Si mahasiswa merasa lega ketika kuntilanak itu akhirnya pergi dan meninggalkan rumah kosong tersebut. Namun, setelah kejadian itu, ia merasa ada sesuatu yang tidak beres dengan dirinya. Ia merasakan adanya kehadiran yang mengikuti setiap langkahnya, bahkan ketika ia kembali ke kos-kosan tempat ia tinggal.
Ia mencoba untuk mengabaikan kehadiran tersebut dan fokus pada studinya, namun semakin lama, kehadiran tersebut semakin kuat dan menakutkan. Ia mulai mengalami mimpi buruk yang melibatkan kuntilanak dan Sinta yang muncul di hadapannya.
Akhirnya, ia memutuskan untuk mengunjungi seorang paranormal untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya. Setelah melalui beberapa sesi meditasi dan ritual, paranormal tersebut akhirnya menemukan sumber masalahnya.
Ternyata, kuntilanak dan Sinta telah menempel pada dirinya dan tidak mau meninggalkannya. Mereka meminta bantuan si mahasiswa untuk menyelesaikan masalah mereka dan membebaskan diri mereka dari penghantuan.
Si mahasiswa merasa sangat terkejut dan terkecoh dengan kejadian ini. Ia tidak pernah berpikir bahwa dirinya akan terlibat dalam masalah seperti ini. Namun, ia tidak ingin meninggalkan kuntilanak dan Sinta dalam keadaan seperti itu.
Setelah melakukan beberapa riset dan investigasi, si mahasiswa akhirnya menemukan jasad Sinta yang hilang di dalam rumah kosong tersebut. Ia berhasil membawa jasad Sinta ke tempat yang layak dan memberikan penghormatan terakhir bagi Sinta.
Setelah masalah Sinta selesai, kuntilanak itu akhirnya meninggalkan si mahasiswa dan pergi untuk beristirahat dengan tenang. Si mahasiswa merasa lega dan bersyukur bahwa ia berhasil membantu kuntilanak dan Sinta untuk menyelesaikan masalah mereka.
Namun, sejak kejadian itu, si mahasiswa tidak pernah lagi merasa nyaman di dalam rumah kosong tersebut. Ia merasa ada kehadiran lain yang masih terus mengikuti dan mengganggunya. Namun, ia memilih untuk mengabaikan kehadiran tersebut dan berharap bahwa kejadian serupa tidak akan terjadi lagi di masa depan.

Comments
Post a Comment